Entah kenapa malam ini kopi terasa lebih pahit dari biasanya.
Mungkin Tuhan sengaja membuatku lupa memberikan sesendok gula didalamnya, agar kenangan manis yang pernah kita lewati bisa tertutupi dengan pahitnya kopi ini.
Sebentar lagi aku akan kembali ke kota dimana aku akan melanjutkan studyku. Sebentar lagi kota yang penuh dengan kenangan ini juga akan kutinggalkan untuk beberapa saat.
Dan sebentar lagi, engkau yang pernah memberikan kenangan juga akan kutinggalkan.
Selamat tinggal.
aku pamit.
.
Mungkin nantinya kamu akan merindukanku.
Mungkin juga tidak!
Seperti aku yang pernah meninggalkanmu. Yang kutahu saat itu kamu sangat-sangat merindukanku. Dan bodohnya, aku tidak pernah merindukanmu meskipun aku sangat tahu kalau saat itu kamu sangat merindukanku.
.
Seperti roda yang berputar.. kini aku yang merindukanmu.
Aku seperti merasakan apa yang dulu kamu rasakan.
Pahit..
Tetapi, aku tahu yang kurasakan sekarang sangatlah berbeda dengan yang kamu rasakan dulu..
Dulu, kamu kecewa dengan apa yang sudah kulakukan.
Dan sekarang aku menyesali apa yang sudah kulakukan.
Tapi, yang kusadari adalah.. Merindukan itu sakit.
Dan itu yang kurasakan.
Kekecewaan.
Penyesalan.
Dan sakitnya merindu.
Kalau saja dulu aku tidak tergoda dengan dia, mungkin kita masih bahagia.
Ya, dia adalah wanita yang pernah menyakitiku dan kembali saat ku bersamamu.
Itu yang sangat sangat kusesali.
Dia memberikanku sebuah penyesalan karena aku telah melepaskanmu.
Dia memberikanku sebuah rasa sakit karena telah melepaskanmu.
Aku dengan bodohnya dan tanpa ragu sedikitpun malah meninggalkanmu. Tanpa kusadari semakin hari rasa sakit, penyesalan dan kekecewaan semakin dekat menghampiri.
Dan kini sudah mencapai batasnya.
Aku mengatakan kalau aku merindukanmu. Dan kamu menjawab kalau kamu juga merasakan hal itu..
Tapi sekali lagi kusadari kalau rasamu sekarang sangat berbeda dengan rasamu dulu.
Dulu kamu begitu peduli, sekarang kamu hampir tidak peduli.
.
Kudengar sekarang kamu sudah memiliki kekasih yang baru, yang mengertimu, yang peduli terhadapmu.
Sekarang aku hanya bisa merasakan rindu untukmu, tanpa merasakan kerinduan darimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar